Langsung aja cerita kisah pengalaman pahit dari saya, semoga menjadi inspirasi dan tidak terasakan oleh kawan semua Amin. oh iya lupa belum ngasih nama, nama saya Andi Su, saya terlahir dari 3 bersaudara dari keluarga yang sangat sederhana, saya anak no 2 . pertama kakak saya perempuan dan saat ini sudah berumah tangga mempunyai 1 anak. adik saya masih duduk di bangku SMA kelas XII ini. sementara saya kuliah semester 7 ini, sampai sini mungkin belum ada yang mengesankan. Baik saya mulai cerita yang sesungguhnya kehidupan saya. saya merasakan kehidupan yang kurang layak dari kecil sampai kuliah ini. dimasa SD saya hanyanyah seorang yang semangat termotivasi menutut ilmu, karena semasa sekolah saya hanya mengandalkan sebuah beasiswa sampai lulus SD , suatu yang sangat menyedihkan adalah pada saat Sd saya tidak pernah merasakan uang saku seperti teman2 saya, tiap kali beristirahat saya hanya domblong lihat teman2 pada jajan hal ini terus sampai kelas 3 hingga aku berfikir untuk mengajari teman saya yang kaya namun kurang begitu cerdas sehingga saya dikasih jajan sama dia, pada masa itu setiap saya merengek untuk minta uang saku hanya di suruh sarapan, selain itu yang bikin saya meneteskan airmata adalah seragam saya yang tk pernah ganti bahkan sepatu saya dibawahnya bolong, sudah tidak layak pakai. tapi satu yang bikin saya bersukur dan bertahan dengan keadaan ini adalah prestasi saya dari kelas 1 sampai lulus SD.
saat lulus orang tua saya memilihkan SMP yang suwasta dengan alasan biaya murah dan bisa dihutang. pada saat itu aku menolak karena prestasiku yang unggul kok dikasih di SMP yang begitu pikirku. namun apadaya orang tua tak mampu, hingga aku memutuskan untuk ikut orang menjadi babu demi sekolah yang aku inginkan, berjalan 1 tahun sudah , didalam perjalananku ini lebih menyiksa daripada di SD, aku dipekerjakan bagaikan budak, umuran SMP pada waktu itu aku disuruh berkebun, setelah subuh sampai jam 6, setelah itu sekolah , pulang sekolah istirahat sampai jam 1 kemudian suruh bekerja untuk ambil batu di kali 1truck sampai asar hingga kaki dan pundak lecek karena kena batu. setelah asar harus bersih2 rumah begitu terus tiap hari, pada saat itu aku tak bisa konsentrasi belajar karena kelelahan , selain itu juga sering telat makan, hingga suatu saat orang tuaku tahu, saat aku pulang kehalaman dan saat itu aku sakit tipus, saat aku di opname pas mau ganti baju ibuku meneteskan airmata , tanpa aku sadari aku juga ikut menangis karena terbawa suasana, tanpa tahu kenapa ibuku tiba2 menangis, saat itu ibuku bertanya padaku bekas apa yang ada di pundakku, aku jelaskan selama aku bekerja pada orang lain, tanpa tahu bapak juga ikut meneteskan airmata karena tahu dipekerjakan tak layak oleh orang lain, dan saat aku sembuh dari tipusku dan dibawa pulang, ayah bergegas mengambil barang2 dirumah bosku hingga terjadi cekcok mulut, namun ayahku pantang meyrah jika ia benar, lalu aku dipindah ke SMP yang tak kuharap tadi , akhirnya aku terima karena tidak ada pilihan lain. saat itu aku merasa diperhatikan, namun dari segi ekonomi juga belum terpenuhi, masih terbiasa dengan sekolah bersepatu bolong dan seragam yang kerahnya sobek, ea bisa dikatakan aku paling kere di sekolah, dan bejalan 5km dari rumah ke sekolah namun aku berusaha bersukur meski aku sedikit minder, kali ini kalau istirahat yang lain ke kantin dan berseda gurau aku hanya berdiam dikelas dengan pura2 baca buku atau tiduran , inilah sikapku karena sekolah hanya bawa alat tulis tanpa saku.
kemudian lulus SMP aku melanjutkan berjuang ke SMA dengan ikut orang lagi nemun ini orang seikit manusiawi hingga aku tak mengeluh sampai 3 tahun ya meski dipekerjakan tapi tidak separah SMP, saat lulus aku ingin lanjut ke perguruan tinggi tapi orang tua tak merestui karena biaya lagi, eudah karena aku merasa udah dewasa aku cuma minta doa saja kepada orang tuaku, dengan perjalanan yang amat sangat pahit aku lalui, di semester satu sampai semester empat aku mempertahankan hidup sama biaya kuliah aku cari kerja non stop, pagi kuliah siang kerja buat pentol sampai sore , setelah itu kerja jualan kopi, istirahat bentar jam 3 kerja kuli sayur sampai pagi. kadan meski sudah begitu mau beli bensin untuk kuliah aja tidak bisa karena udah buat daftar ulang. semasa itu tidurku di digang sayur ya kadang kalau musim ujan tidur dengan air bocoran genteng tapi tetep tidur lelap karena kecapekan, di kampus aja sering tidur. melihat teman2ku orang elit kadang aku merasa minder, mereka ada yang bawa mobil, kuliah tinggal berangkat tanpa fikirkan apapun. iri juga timbul di hatiku, juga kadang merasa sedih karena teman2 komunikasi dengan hp canggihnya yang sudah android, sehingga aku selalu ketinggalan info. tapi yang bikin sedih bukan itu melainkan mereka yang mengejek katanya kampungan dan lain sebagainya. hingga akirnya ku putuskan untuk cari hutang buat bayar kuliah dan buat usaha sendiri , dengan penuh perjuangan akirnya aku bisa melalui semua meski belum sempurna dan aku yakin Allah akan bersama hambanya yang sabar. saat ini aku sudah memiliki mental tak peduli orang lain bicara apa , aku adalah aku , aku akan jadi diriku sendiri, aku sudah belajar hidup mandiri sejak kecil dibanding mereka yang kecukupan namun tanpa merasakan mencari.
kawan jika saat ini berada pada posisi yang sama jangan menyerah
hidup selalu berputar suatu saat pasti akan berada di atas
dan jika saat ini engkau berada posisi yang mudah maka bersukurlah
karena dengan syukur Tuhan akan mempertahankan kemuliaan seseorang
hargai orang lain jangan pernah merasa kamu yang terhebat
semoga ini menjadi inspirasi bagi kawan-kawan ku semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar